PUISI NELSON MANDELA



Puisi yang Menyelamatkan Mandela Dari Kesedihan

Dari malam yang menyelimutiku
Sehitam lubang yang dalam
Aku berterima kasih kepada Tuhan dimana pun Ia berada
Atas jiwaku yang tak terkalahkan
Di dalam keadaan yang menimpaku
Aku tak mengeluh ataupun menangis
Di bawah tempaan takdir
Jiwaku berdarah namun tak terpatahkan
Di balik tempat amarah dan air mata ini
Hanya mengintip horor kematian
Namun ancaman bertahun-tahun
Akan menemukanku tanpa rasa takut
Seberapapun kuatnya gerbang
Seberapapun beratnya hukuman
Aku adalah penguasa takdirku
Aku adalah kapten jiwaku

(Nelson Mandela, 18 Juli 1918 – 5 Desember 2013)

No comments:

Post a Comment