PENGAMPUNAN


 
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Mat. 6:14)

Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya, ia dituduh dengan dakwaan palsu dan penuh rekayasa. Ketika Mandela keluar dari penjara dan kemudian berhasil menjadi presiden Afsel, dia tidak dikuasai kebencian dan niat untuk balas dendam terhadap lawan-lawan politiknya yang dulu memenjarakannya. Mandela bahkan menolak usul dari panglima tentaranya untuk menangkap lawan-lawan politiknya. Mandela mengajarkan bagaimana membalas kejahatan dengan kebaikan; dan kebencian dengan kasih. Apa yang kita lakukan ketika kita sudah begitu dilukai oleh seseorang dan kini kita memiliki kesempatan untuk balas dendam? Mampukah kita mengampuni? Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita? Jika kita ingin menjadi orang besar, kita harus memiliki hati dan jiwa yang besar. Ini ditunjukkan melalui sikap kita yang mau mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita.
Paul Boose berkata dengan sangat bijak mengenai pengampunan: "Memaafkan memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, namun akan melapangkan jalan kita ke masa depan."
Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan untuk masa depan kita sendiri, dan menutup pintu berkat kita. Ketika kita mengampuni, kita sedang membuka jalan yang lapang untuk masa depan kita dan terutama sedang membuka keran pengampunan dari Tuhan atas segala dosa dan kesalahan kita sendiri. Orang yang paling diuntungkan ketika kita mengampuni adalah diri kita sendiri, bukan orang yang kita ampuni tersebut.
"Pengampunan adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada diri kita sendiri."
Jadilah seperti pohon mangga yang tumbuh subur dan berbuah banyak di pinggir jalan raya, walau dilempar dengan batu, namun dibalasnya dengan buah.

Renungkan dan jadilah bijak!

KEMATIAN


Kalau di masa lalu kita belajar waktu adalah uang, mulai saat ini kita belajar waktu adalah nafas, waktu adalah ibadah. Waktu adalah nafas yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali. Waktu adalah ibadah karena setiap detik harus bernilai ibadah.
Apa pun aktivitasnya. Manusia sesungguhnya hanya pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring jalannya waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian. Sesungguhnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati.
1 Hari berlalu, berarti 1 hari pula berkurang usia kita. Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Karena itu, jangan biarkan hari ini berlalu tanpa kebaikan yang bisa kita lakukan. Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua. Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat mati tidak pula harus sakit.
Teruslah berbuat baik, berkata baik. Walau tak banyak orang yang mengenali kebaikan kita, tapi kebaikan yang kita lakukan adalah kebahagiaan di mana perbuatan baik kita akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan. Jadilah seperti akar yang tidak terlihat, tapi tetap menyokong kehidupan. Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat tanpa henti, hingga membuat kita terus hidup, sampai batas waktunya untuk berhenti. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.

KEARIFAN


Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tidak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat diperlukan, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?"
Sang guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"
Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu. "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."
"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."
Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."
Zun-Nun sambil tetap tersenyum arif berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."
Pemuda itu bergegas pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya ‘para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar' yang menilai demikian. Namun tidak bagi ‘pedagang emas'."
"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

TEMPAT MENEMUKAN KEBAHAGIAAN


Konon suatu waktu, TUHAN memanggil 3 malaikat-Nya. Sambil memperlihatkan sesuatu, TUHAN berkata, "Ini namanya KEBAHAGIAAN. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan di tempat yang terlalu mudah, sebab nanti KEBAHAGIAAN ini disiasiakan, tapi jangan pula di tempat yang terlalu susah, sehingga tak bisa ditemukan oleh manusia. Yang penting, letakkan KEBAHAGIAAN itu di tempat yang bersih."
Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu ke bumi untuk meletakkan KEBAHAGIAAN tersebut. Tapi dimana meletakkannya?
Malaikat pertama mengusulkan, "Letakkan di puncak gunung yang tinggi."
Tapi para malaikat lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, "Letakkan di dasar samudra."
Usul itu pun kurang disepakati.
Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu ketika smua orang sedang tertidur, ketiga malaikat itu meletakkan KEBAHAGIAAN itu di tempat yang dibisikkan tadi.
Sejak saat itu KEBAHAGIAAN untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu.
Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari KEBAHAGIAAN.
Kita smua ingin menemukan KEBAHAGIAAN. Kita ingin merasa bahagia, tapi di mana mencarinya? Pernikahan, kekayaan, kesuksesan selalu dihubungkan dengan KEBAHAGIAAN.
"Alangkah bahagianya kalau aku punya ini dan itu," pikir kita. Tapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi KEBAHAGIAAN.
Lalu di mana malaikat menyimpan KEBAHAGIAAN tersebut?
DI HATI YANG BERSIH!


"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

KENAPA KITA HARUS SERING BERKUMPUL?


atmago.com - Kenapa kita harus sering berkumpul, terutama yang sudah berusia 40 sampai 60 tahun ke atas?
Berbahagialah Anda yang memiliki banyak teman dan sahabat. Pasalnya, beberapa penelitian terbaru menemukan bukti bahwa menikmati kehidupan sosial yang aktif dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Para ilmuwan percaya bahwa menghabiskan sebahagian waktu dengan teman atau sahabat akan membuat hidup lebih sehat secara mental dan fisik
Berikut adalah lima (5) alasan ilmiah yang menunjukkan pengaruh kehadiran seorang teman pada tingkat kesehatan seseorang:
1. Mengurangi risiko demensia.
Memiliki kehidupan sosial yang sangat aktif dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer yang cukup besar sekitar 70%, menurut temuan baru yang diterbitkan dalam Journal of International Neuropsikologi Society.
2. Membuat Anda tetap fit.
Penelitian terbaru dari para peneliti Australia yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition dan Aktivitas Fisik menemukan bahwa teman atau memiliki pengaruh langsung pada tingkat aktivitas fisik dan kebiasaan makan.
3. Mempertajam otak Anda.
Untuk menjalin komunikasi yang baik dengan teman-teman melalui instant messaging atau media jejaring sosial akan mendorong fungsi kognitif Anda.
Ini seperti memecahkan teka-teki silang, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Michigan, USA.
4. Meningkatkan kesehatan jauh lebih baik.
Memiliki hubungan yang saling mendukung dapat menunda proses penuaan. Penelitian terbaru dari Brandeis University menemukan bahwa jaringan sosial yang kuat - terutama bila dikombinasikan dengan latihan fisik dapat menunda penurunan kesehatan hingga sepuluh tahun.
5. Hidup lebih lama.
Hubungan yang kuat dengan teman-teman dan keluarga dapat meningkatkan peluang Anda untuk bertahan hidup hingga sekitar 50%, menurut penelitian terbaru oleh para ilmuwan dari Universitas Brigham Young.
6. Berjiwa awet muda.
Lebih banyak bersosialisasi dengan teman atau sahabat/keep relationship membuat kita tetap punya jiwa muda atau semangat muda terus walaupun umur terus berkurang.

https://www.atmago.com/id/posts/6300-kenapa-kita-harus-sering-berkumpul

KESEMPATAN TERBAIK


Alkisah ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan, dia selalu berpikir, betapa senangnya jika di tangannya ada uang Rp 20 juta.
Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu. Ia melihat di sekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah orang paling kaya di kota tersebut.
Orang kaya ini sangat panik, karena anjing tersebut sangat disayanginya.
Lalu orang kaya ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tersebut bahwa, "Siapa yang menemukan anjingnya akan diberi hadiah Rp 20 juta."
Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar untuk mengemis, ia melihat pengumuman tersebut. Si pengemis tergesa-gesa pulang ke rumahnya untuk menukar anjing tersebut dengan uang.
Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi Rp 30 juta, karena orang kaya ini belum dapat menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah dipikir-pikir akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya.
Hari ke 3, benar saja hadiahnya bertambah lagi.
Hari ke 4, hadiah bertambah lagi.
Hari yang ke 7, hadiahnya sudah sangat mengagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis tersebut lari pulang ke gubuknya untuk mengambil anjing itu, tapi di luar dugaan, anjing kecil itu sudah mati kelaparan. Pengemis itu tetaplah jadi pengemis.
Sebenarnya di dalam kehidupan, banyak kesempatan bagus, bukan karena kita tidak berjodoh mendapatkan nya, tetapi harapan kita yang terlampau tinggi.
Ketika kita sudah hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan mengubah arah mendekati target yang lebih tinggi lagi.
Kesempatan terbaik adalah yang hadir saat ini di depan mata, jangan terus menunggu yang tidak akan datang.

KISS (KEEP IT SIMPLE STUPID)


Ternyata hidup bijak itu sederhana. Ada seseorang saat melamar kerja memungut sampah kertas di lantai dan membuangnya ke dalam tong sampah dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah." Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku." Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana." Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit." Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya
Tetap semangat menjalani hidup!

EMPAT MUSIM



Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir diwaktu yang berbeda. Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak kedua pada musim SEMI, anak ketiga pada musim PANAS dan yang keempat pada musim GUGUR.

Anak pertama: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak kedua: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak ketiga: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau harum.
Anak keempat: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata: “Kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda. Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit. Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain, bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.”

Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN dan tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya! Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah, TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya. Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan. Dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

BANGUN PAGI



Ketika saya bangun di pagi hari, saat masih di tempat tidur, saya bertanya pada diri sendiri: "Apa sih rahasia untuk mencapai  sukses?" Ternyata saya menemukan jawabannya pada kamar ini...

AC bilang: dingin (hati kita harus sabar).

Atap bilang: tinggi (semangat untuk mencapai yang dicitacitakan).

Jendela bilang: mari kita lihat jauh ke depan (visioner).

Jam bilang: setiap menit adalah harapan.

Kaca bilang: sebelum bertindak dan berucap, lihatlah diri sendiri terlebih dahulu (introspeksi).

Kalender bilang: bersyukurlah karena kita masih diberi waktu.

Pintu bilang: ayo kita berusaha mencapai apa yang kita inginkan.

Dan jangan lupa, lantai bilang: bersujudlah dan berdoa pada Tuhan.

Jaga hati dari rasa iri dan dengki. Jaga ucapan agar tidak menyakiti.
 

WANITA KUAT VS WANITA TANGGUH


Wanita kuat: bekerja keras setiap hari
untuk menjaga postur tubuhnya.
Wanita tangguh: tahu berlutut berdoa
untuk menjaga postur rohaninya.

Wanita kuat: merasa tidak takut akan apapun.
Wanita tangguh: memperlihatkan keberanian
meskipun ia sedang merasa takut.

Wanita kuat: tak membiarkan orang lain
memanfaatkan kelebihan yang ada pada dirinya.
Wanita tangguh: memberikan yang terbaik
dari dirinya kepada orang lain.

Wanita kuat: membuat kesalahan dan menghindari
kesalahan yang sama di masa depan.
Wanita tangguh: menyadari bahwa kesalahan
dalam hidupnya bisa dipakai Tuhan untuk
mendatangkan kebaikan dan manfaat yang membangun.

Wanita kuat: melangkah mantap dengan percaya diri.
Wanita tangguh: mengetahui dengan jelas bahwa
Tuhan akan menopang ketika ia lemah/tersandung.

Wanita kuat: selalu mengenakan wajah
yang penuh percaya diri di wajahnya.
Wanita tangguh: mengenakan anugerah.

Wanita kuat: memiliki keyakinan bahwa ia
cukup kuat untuk menempuh perjalanan hidupnya.
Wanita tangguh: memiliki iman bahwa sepanjang
perjalanan kehidupannya ia akan tumbuh makin kuat.

AKU BELAJAR



Aku belajar bahwa tidak selamanya hidup ini indah.
Kadang Tuhan mengijinkan aku melalui derita,
tetapi aku tahu bahwa Ia tidak pernah meninggalkanku.
Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan bersyukur.

Aku belajar bahwa tidak semua yang aku harapkan
akan menjadi kenyataan.
Kadang Tuhan membelokkan rencanaku,
tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik
daripada apa yang ku rencanakan.
Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.

Aku  belajar bahwa pencobaan itu pasti dalam hidupku.
Aku tidak mungkin berkata, “Tidak Tuhan,”
karena aku tahu bahwa semua itu
tidak melampaui kekuatanku.
Sebab itu aku belajar menghadapinya dengan sabar.

AKU MENCARI ALLAH


Dan ku tinggalkan
keluargaku,
pekerjaanku,
masyarakatku,
dan pergi

Mula-mula aku pergi
ke seluruh gereja,
tapi tak ku temukan Allah di sana

Lalu aku pergi ke sebuah biara
Tapi tak ku jumpai Allah di sana
Kemudian aku pergi berziarah
ke tempat-tempat suci
Tapi tak ku dapatkan Allah di sana

Kecewa dan enggan
ke mana-mana lagi
Aku pun pulang kembali
Ketika aku memeluk keluargaku
Ku rasakan kehadiran Allah

Ketika aku kembali bekerja
Ku rasakan tangan Allah
menuntun pekerjaanku

3 KATA



Kisah di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan.
Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.
Dia menulis sebagai berikut, "Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "TOLONG" setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "MAAF", saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "TERIMA KASIH" kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.
Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaikbaiknya, dengan kepala tegak, tanpa tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Sampai kapan pun Bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan merestui jalan dimanapun Pak Direktur berada. "Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.
Tiga kata, "TERIMA KASIH, MAAF, TOLONG" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tapi mempunyai dampak yang positif.
Pakailah 3 kata itu terutama untuk keluarga...

LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA


Suatu sore, seorang anak  berjalan bersama ayahnya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di hutan.

Sang anak berpaling pada ayahnya seraya berkata, "Mari kita sembunyikan sepatunya, lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian."

Ayah itu menjawab, "Nak, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang ke dalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut."

Anak itu pun melakukan apa yang dikatakan ayahnya,
lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya, ia merasakan ada benda yang mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Tapi ia tidak melihat seorangpun di sana.
Lalu ia memasukkan uang tersebut ke kantongnya, sambil memasang sepatu lainnya. Tapi lagi-lagi ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas.

Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ad
a uang. Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yang ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, sang anak meneteskan air mata. Ia berpaling pada ayahnya seraya berkata, "Ayah, kau telah memberiku pelajaran yang tak kan ku lupakan. Kini aku mengerti bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima."

JANGAN MEREMEHKAN ORANG LAIN


Seekor semut mungkin terlihat tidak berdaya,
tapi bisa merepotkan jika masuk ke dalam telingamu.

Sebuah duri kecil tidak berbahaya,
tapi jika tertancap ke dalam daging dan tidak bisa dikeluarkan
pasti akan sangat menyakitkanmu.

Begitulah dengan manusia,
Anda sering meremehkan orang lain
berdasarkan sesuatu yang mungkin kecil dan terlihat simple.

Coba bayangkan,
sebuah gedung mall yang megah,
jika tidak ada cleaning service.
Apakah Anda bisa merasa nyaman?

Jika tidak ada bawahan,
tidak mungkin ada atasan?

Jika tidak ada karyawan,
tidak akan ada yang jadi boss?

Jika tidak bisa menghargai,
bagaimana mungkin bisa mendidik anak-anak Anda
dan menerapkan nilai-nilai kebaikan pada diri sendiri?

Ingat, jangan meremehkan orang lain!

Sebuah pohon besar bermula dari benih bibit yang kecil.
Tidak ada manusia yang terlahir langsung bisa berlari
tanpa belajar merangkak dan berdiri.

Hargai dan hormati semua orang,
tidak ada yang pantas disombongkan,
harta adalah pinjaman,
kerupawanan tidak bertahan lama,
ketenaran hanya sesaat,
kekuasaan dapat ditumbangkan
dan semuanya semata-mata dari Tuhan.

"Orang lain boleh membenci Anda,
tapi jangan pernah membalasnya.
Sebab otak mengalahkan otot
dan kebijaksanaan menghapus kebodohan!”

KAMU PENGEN NIKAH? MAU CARI PEREMPUAN YANG MAU DIAJAK SUSAH? BACA NIH!


Saya tergelitik dengan obrolan sesama lelaki di sebuah forum facebook.
Lelaki pertama bertanya ke lelaki kedua, kenapa sampai sekarang masih betah melajang, sementara umur sudah 35 tahun.
Lelaki kedua menjawab dengan santai, "Belum ketemu yang cocok. Jaman sekarang perempuan banyak maunya. Gak ada yang mau diajak susah. Gue sih maunya mencari istri, gak mau pacaran-pacaran, tapi ya itu dia, gue mau istri yang bisa mengurus rumah tangga, beres2 rumah, masak, nyuci, dsb. Susah bro nyari perempuan yang kayak begitu sekarang2 ini."
Dan jawaban dari lelaki pertama membuat saya nyesss...

Lelaki pertama membalas, "Bro, sekedar masukan aja buat kita para lelaki nih, gue dulunya juga mau begitu. Dapat bini yang bisa ngurusin gue dan anak2. Pengennya mau dapat istri yang mau diajak susah. Tapi makin ke sini gue mikir lagi bro. Perempuan mana sih yang mau diajak susah? Elo aja deh bro, kalo elo ada di posisi perempuan, ada yang mau ngelamar elo nih, tapi syaratnya elo mau diajak susah. Gue yakin elo gak bakal terima lamarannya, kan? Mendingan sama laki-laki lain yang bisa menjamin masa depannya. Gak susah2an.
Kita laki2 kadang egois, istri harus bisa masak, nyuci, nyetrika, beres2 rumah karena kita anggap itu tugas istri. Sekarang kalo dibalikin nih, kita bisa nggak benerin genteng bocor, atau bikin pagar di halaman, ataulah apa itu pekerjaan cowok lainnya. Elo bisa bro? Kalo gue ngaku aja sih, gue gak bisa. Padahal itu seharusnya tugas suami, kan?
Berhubungan kita gak bisa, trus kita sisihkan uang untuk bayar orang lain yang bisa kerjakan semuanya. Gak adil banget ya kita bro, istri kita disuruh kerjain apa2 yang kita pikir itu tugasnya, sementara kita bayar orang lain untuk kerjain tugas kita. Harusnya jangan bebankan tugas itu ke istri. Kita harus kerja keras supaya bisa gaji asisten rumah tangga yang bisa kerjain itu semua.
Istri adalah ratu. Dia yang mengandung anak kita. Yang ikhlas selama 9 bulan kemana2 bawa anak kita yang masih di dalam perut. Yang rela bentuk badannya jadi tidak seindah dulu karena proses hamil dan melahirkan. Rela menyusui, rela mencurahkan kasih sayang untuk anak2 kita.
Dan tau gak bro? ini hal yang paling parah. Istri juga ikut kerja cari nafkah lhoo kalau kita gak mampu memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Dia keja buat bantuin kewajiban kita bro. Supaya masa depan anak kita terjamin.
Jadi gimana bro?
Masih mau cari perempuan yang mau diajak susah?
Mendingan elo susah sendiri aja bro. Jangan bawa2 anak orang. Kasian."

KEHIDUPAN


Kami manusia
Kami tidak sempurna
Kami hidup
Kami mencoba
Kami melakukan kesalahan
Kami jatuh
Kami terluka
Kami bangkit kembali
Kami terus belajar
Kami terus berkembang

Dan...
Kami berterima kasih
Untuk kesempatan berharga ini
Kami menyebutnya...
Kehidupan

(Mark Parker)

BERTERIMAKASIHLAH


Berterimakasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuat hatimu kuat.

Berterimakasihlah pada orang yang telah membohongimu, karena dia membuat hidupmu makin bijaksana.

Berterimakasihlah pada orang yang telah membencimu, karena dia yang mengasah ketegaranmu.


Dan berterimakasihlah pada orang yang telah menyayangimu, karena itulah HAL TERINDAH dalam hidupmu.

Be happy.
Be healthy.
Be blessed.