KATA PAK AHOK



Inilah beberapa petikan kata-kata Pak Ahok yang selalu membangunkan tidurku dan juga mungkin tidurmu:

1. Gua memang Cina, tapi gua dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia. Apa salah kalo gua ingin membangun Indonesia bersih dari sistem korup?

2. Ingat saja pepatah tiongkok, sebelum bunyi 4 paku di atas peti mati kamu, kamu tidak bisa nilai orang lain itu baik atau buruk, nanti kamu baru tahu apa yang saya kerjakan.

3. Kalaupun gua harus mati memperjuangkan kepentingan orang banyak, lu kagak bisa beli cara mati gua bos.

4. Saya bilang ke istri, apapun yang terjadi kamu jangan pernah menyalahkan Tuhan. Tuhan nggak pernah salah! Jika saya nanti mati karena melawan korupsi, tulis di pusara saya: mati adalah keuntungan. Jika perlu pakai 3 bahasa, Indonesia, Mandarin dan Inggris. Itupun kalau mayat saya ketemu.

5. Jika kepalanya lurus, maka yang di bawahnya tidak berani untuk tidak lurus.

6. Bedanya, kami melakukan pendidikan politik untuk menyadarkan rakyat untuk memilih pemimpin yang bersih, transparan dan profesional, bukan memilih karena diberi baju, kaos, atau uang.

7. Yang dibutuhkan calon pemimpin bukan suara rakyat saja, tetapi bagaimana mendapatkan hati rakyat, terus mencari dan memotivasi pemuda-pemuda idealis, terdidik dan mampu secara ekonomi untuk tidak apatis.

8. Bukan sebaliknya mengatasnamakan Tuhan, tetapi menikmati hidup atas penderitaan rakyat miskin.

9. Anda tak perlu harus angkat senjata atau menyabung nyawa seperti pejuang kemerdekaan kita dulu, cukup jangan korupsi saja. Itu sudah menolong negara.

10. Karena orang miskin akan terus ada. Sampai kiamat pasti ada orang yang kurang beruntung.
Tidak selamanya orang miskin dilupakan. Untuk itulah pemerintah seharusnya ada.

11. Kita semua ini munafik. Curi uang rakyat dikatakan tidak dosa. Main cewek diam-diam dikatakan tidak dosa.

12. Jika sistem demokrasi kita nggak pilih orang baik, maka orang tidak baik yang berkuasa.

13. Saya sudah muak dengan semua kemunafikan itu. Setiap hari harus dengar keluhan warga seakan-akan selama ini negara tak pernah ada.

14. Jangankan dipanggil angket, dipanggil Tuhan saja saya sudah siap koq. Saya tahu resiko melawan arus di republik ini.

15. Kalau KPK sampai menjadikan saya tersangka dengan alasan tidak jelas, berarti takdir saya juga melawan oknum KPK. Top banget, republik ini saya lawan semua.

16. Saya akan berhenti jadi pemimpin jika semua pejabat berkelakuan baik.

17. Bicara saya memang kasar, tapi saya takkan pernah mencuri uang rakyat .

18. Haknya rakyat dibajak sekelompok politisi. Sekelompok orang yang merasa mewakili rakyat.

19. Saat ini banyak kepala daerah yang tidak memikirkan rakyat. Kepala daerah yang dipilih DPRD hanya berkonsentrasi bagaimana caranya agar anggota dewan senang agar pertanggungjawabannya dapat diterima dan menjaga posisinya tetap aman.

20. Yang namanya bupati, walikota dan gubernur itu nggak pernah ngurusin rakyat. Dia cuma mikirin ngurusin DPRD , karena kan yang milih dia balik ke DPRD. DPRD jadi raja, karena itu rakyat memberontak. Lagipula kita nggak merasa diwakilin DPRD kok.

21. Saya siap pasang badan. Saya siap mati demi membela kepentingan masyarakat Jakarta. Jika ada yang macam-macam, saya yang hadapi!

No comments:

Post a Comment